Bismillah
Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(33-21)
Sedikit tergugah karena sebuah email yg terbaca tadi pagi tentang bagaimana seorang pemimpin yg baik harus bersikap. Pada email itu tertulis seorang pemimpin yg baik adalah pemimpin yg tidak menjilat pada bawahannya. Dalam artian tidak perlu merebut hati bawahan supaya tidak disebut sebagai atasan yg buruk. Berikanlah tugas kepada bawahan supaya sang bawahan tersebut semakin kuat dalam menyelesaikan masalah. Lalu ada email lain lain lagi yg cukup mengesankan dan menggugah hati dengan kata kata manis yang indah.
Tapi kemudian diri ini tersadar bahwa sebenarnya isi email itu tidaklah penting, sama dengan ribuan atau jutaan email lainnya yg berisi kata kata manis tentang menjadi pemimpin yg baik, bawahan yg baik ataupun manusia yg baik. Ayat di awal sungguh merupakan jawaban jika diri saya dan diri anda ingin melakukan sesuatu yg baik. Cukup mencontoh apa yg dilakukan Rasulullah!
Dan lihatlah bagaimana Rasulullah bertindak sebagai pemimpin. Renungkanlah apa yg dia lakukan saat membagikan harta rampasan perang. Dia menyenangkan hati sebagian kaum muslim dengan harta rampasan perang dan dia menyenangkan hati sebagian muslim yang lain dengan cinta dan kasih sayangnya. Rasulullah memberikan tugas kepada siapa yg menurut beliau paling ahli dalam bidang tersebut dan meringankan sebagian yg lain, yg memang butuh keringanan.
Selain email tersebut, diri ini tergugah juga dengan dakwah dakwah aneh, dakwah di negri tercinta ini kebanyakan memang aneh. Jika sang pendakwah bisa mengugah tawa jamaah maka sang pendakwah akan terkenal.
Diri ini kemudian teringat bukankah ciri seorang muslim jika disebutkan nama Allah maka hati mereka bergetar karena takut? bukankah ciri seorang muslim jika disebutkan ayat ayat Al-Quran hati mereka menjadi tunduk?bukankah Rasulullah sendiri pernah berkata “jika kalian melihat apa yang aku lihat niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa”?. Tidak ada salahnya kalaupun belum mampu mencapai derajat iman yg takut ketika mendengar kata Allah, namun tetap menghargai ayat ayatNya dengan diam dan hati yg tunduk.
Sungguh hari akhir hanyalah sebentar lagi. Pintu fitnah semakin lebar terbuka. Maka berpegang teguhlah pada tali yg kuat dan jangan lupa untuk saling menasehati dalam kebaikan.