Pada akhirnya semua tentang cinta:

manusia dicipta untuk beribadah pada Allah, itu yang tertulis dalam al-quran:

siapa yang dicintai Allah mereka mendapat keuntungan yang besar, sungguh sungguh besar:

ujungnya adalah wala baro, ada cinta pasti ada benci

saat pertama Alloh menciptakan Adam, memberinya cinta dengan melebihkannya diatas semua mahluk timbulah kebencian dari setan, yang merasa dirinya lebih mulia karna dicipta dari api

ketika nabi nabi diberikan cinta dari Alloh dengan merasakan manisnya iman, timbulah benci dari para raja dan para pemimpin kaum yang merasa ditinggalkan oleh pengikutnya

ketika sedikit manusia menunjukkan cintanya dengan menjalankan aturan Alloh, timbulah kebencian dari orang orang yang menginginkan kebebasan

dua sisi ini takkan pernah bisa dihapus, malam dan siang tidak akan pernah bisa disatukan

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh  tanda-tanda  bagi kaum yang memikirkan. ( 2 : 164 )

Alloh tak pernah menganiaya hambanya, tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (3 :117)

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” .Sekali-kali tidak , sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim ,dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan ,dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.(89 : 15-20)

innalillahiwainnailaihirojiun

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”  Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.(7 : 12-13)

Kesombongan sifat yang paling berbahaya, disaat diri merasa benar, disaat diri merasa kuat, disaat diri merasa pintar, disaat diri merasa mulia disaat itu pulalah diri menjadi salah, diri menjadi lemah, diri menjadi  bodoh, diri menjadi hina.

Maha Benar Alloh

Maha Kuat Alloh

Maha Mengetahui Alloh

Maha Mulia Alloh.

Tiadalah tersesat aku dan kalian kecuali karna kesombongan di dalam dada, tak mau mendengar nasehat, tak mau mengalah, tak mau melembutkan hati

Kesalahan itu datangnya dari kami dan kebenaran itu dari sisi Alloh

Tiada daya dan kekuatan kecuali dari sisi Alloh

“Alloh dan Rosulnya lebih mengetahui itu”

Kami dengar dan kami taat

Hasbunalloh wa ni’mal wakiil

Bismillah

Dan (ingatlah juga) , tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)  kepadamu, dan jika kamu mengingkari(nikmat-Ku) , maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (14 : 7)

Baru seminggu kemarin menuliskan tentang dua mutiara, minggu ini insyaalloh akan ditambah satu mutiara lagi…

Alhamdulillah…

Bismillah

 

Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing .Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (55 : 18-22)

 

 

Aku akan menulis sedikit wahai kawan, tentang dua mutiara yang telah diberikan Alloh padaku.  Satu mutiara yang besar satu lagi mutiara yang kecil.

 

Mutiara yang besar, sungguh aku memperoleh ketenangan daripadanya hanya dengan menatapnya, hanya dengan mendengar suaranya. Walau memang mutiara besarku tak tahu tentang hulk “seorang super hero berbadan hijau”, juga dia tak memiliki FB dan Imel, dan sungguh dia baru tahu whitney houston adalah manusia berjenis kelamin wanita setelah 5 hari si whitney itu meninggal.

 

Dan mutiara yang kecil, sungguh hatiku menjadi taman bunga jika berada didekatnya, tak pernah sekalipun rasa bosan ketika mencium pipi lembutnya. Dan sungguh kawan, aku tak mampu menahan tawaku beberapa hari lalu. Ketika kami mengajari mutiara kecil ini mengeja huruf hijaiyah. Ketika kuucapkan “alif” dia dengan lancar mengucapkan “alisf”, dan ketika kuucapkan “ba” dia dengan cepat mengucapkan “baco”. Taukah kamu wahai kawan tentang baco?? baco adalah makanan yang dia makan sore itu atau kita orang dewasa biasa menyebutnya dengan bakso. Lalu kami mencoba mengulangi lagi, maka kuucapkan “alif” dia dengan lancar mengucapkan “alisf”,  lalu kuucapkan “ba” dan alhamdulillah dia tetap mengucapkan “baco” untuk yang kedua kalinya. Demikian seterusnya sampai empat atau lima kali. Rupanya Alloh memberikan keteguhan dalam pendirian mutiara kecilku ini.  Semoga Alloh juga akan meneguhkan imannya kelak. Amiinn

 

Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (9 : 24)

Hujan seharian tauh

 

Hujan seharian membeku badan

Menguras habis kesedihan

Terus merintih gelap awan

Tak lelah terus basah

Gelisah meluber tumpah

Becekkan bumi indah

Tinggalkan refornis wajah

Lihatlah dengan mata kalian

Mampukah sebentar renungkan

Siapa yang membuat angin dan awan

Siapa yang padamkan surya berkobaran

Bukan kamu atau aku

Bukan bulan atau batu batu

Hujan datang atas perintah

Hujan turun atas perintah

 

Bersimpuh tauh

 

Bersimpuh pada pencarian Tuhan

Mendengar seluruh sabda

Membuka seluruh kata

Menyusun lagi semua bening hasrat

Ingin mengetahui batas batas hakikat

Tentang agama agama langit

Tiga agama satu Tuhan

Satu Tuhan benama sama

Alloh..Alloh..Alloh

Dan baru sekarang terpikir

Bumi ini bukan angin yang mengukir

Mustahil air memberi tabir

Hasratku menjadi lemah

Tulangku hanyalah dari tanah

Oh Tuhan sekarang aku pasrah…

 

Kamu bayang bayang satu pas

 

Kamu langit langit pecah

Hati yang berubah ubah

Katamu ikuti cinta

Tetapi nyanyianmu luka

Kebenaran kehidupan terletak pada kematian

Percintaan tak jauhi keabadian

Sesuci detakan pertama

Sekotor lembaran nyawa

Bukan pacuan nafsu

Dengan rayuan sambil berlalu

Aku mendoakanmu

Menjadi bayang bayang Satu

Untuk langit yang cerah

Kepada hati yang pasrah

 

Hati pertanda tauhnda

 

Kalau hati sembah pertanda

Memasukinya angan angan sempurna

Menelusuri lembah hijau dingin

Mengecap embun embun tersisa

Wahai jiwa…wahai jiwa

Maknakan sembah sujudnya

Atau masih terlalu cepat

Untuk janji …untuk hangat…

Seluruh mahluk baru memulai

Sejuta tasbih dan puja puji

Jangan hati sembah angkuhkan

Jiwa dan hati padukan

Basuh wajah dingin

Tunjuki tasbih dan puja puji

Masih terlalu lambat

Untuk tempati hampa

Wahai jiwa

Wahai jiwa

Satukan sembah sujudnya

 

Padamu tauhnda

 

Padamu lembut dan terang

Tak tentu menyahut dengan bayang

Untuk kapas kapas

Yang kukumpulkan

Untuk nafas bebas

di ruang langit awan

wahai cahaya yang bercanda

jangan merayu tinggalkan nyata

wahai sinar yang tertawa

untukmu segala yang kulupa

benci aku wahai setan

ini yang kuharapkam

kutuklah aku wahai teman

ini janji kuajukan

dan nanti di pembalasan

dan kini di penghitungan

 

Jiwa artikan tauhnda

 

Jiwa jiwa muda

Belum mengerti jalan dan cara

Tapi memaksa duka

Untuk menafsir cinta

Biar embun menambatkan dingin

Biar luka luluhkan ingin

Jiwa jiwa dewasa

Mengaku mengerti jalan dan cara

Hanya menebar suka

Tanpa bersanding lembut derita

Biar surya menghitungnya

Biar sesat tampakkkan nyata

Jiwa jiwa tua

Dalam renta gelisah lara

Menyesali jalan dan cara

Tak berhenti mengejanya

Biar tanah memandangnya

Rindu tumpahkan gelapnya

 

Penikmat malam….tauh

 

Sebelum bintang muncul,dingin lebih dulu berkumpul

memanjatkan puja puji…hanya menanti…..

Para pencinta malam

Para penikmat kabut

Para pengecap embun

Selama mereka ada

Tuhan takkan hancurkan bumiNya

Bagaimana bisa jika mentari sudah terbiasa

Mendengarkan tasbih dari mulut mereka

Bumi pun ikut memanjatkan puja puji

Engkau Yang Maha Tinggi

Engkau Yang Maha Tinggi

 

Critamu…tauh

Matamu jernih meraba hening

Merayapi semua yang fana

Mengartikan semua benda

Lalu mencoba melukisnya

Dan kaupun bercerita tentang dunia

Tapi tak mampu jelaskan surga

Dan aku harus terus mendengarnya

Lalu kau berganti cerita

Tentang keutamaan cinta dan kasih sayang

Tapi kau tak mengerti jiwa pasrah yang tenang

Kemudian…yang paling membingungkan

Kau bercerita tentang Tuhan Yang Maha Menciptakan

Tapi kau tak sudi disebut pelayan…

Akhirnya akupun beranjak pergi

Saat kau katakan

Tuhan mempunyai anak laki laki

 

Tak berguna tauh

 

Sekali lagi manusia mengikuti prasangkanya

Berbuat sekehendak hatinya

Seolah mengerti segalanya

Seolah menguasai jiwa nyawa

Dan aku mendengar kabar

Bahwa gunung tertawa kasar

Mengejek kita membodohkan kita

Tentang akal yang sia sia

Mungkin bisa menginjak injak bulan

Tapi tak mampu temukan Tuhan

Akal mereka tumpul

Oleh kesombongan yang berkumpul

Mungkin bisa retakkan bumi

Tapi katakan Tuhan beranak lelaki

Kau pikir Tuhan seperti kalian

Memiliki pasangan dan keturunan

Sekarang gunung tertawa lebih keras

Juga bukit bahkan serpihan kertas

 

Tentukan barisan tauhnda

 

Saudara kita sudah banyak yang tewas

Ada yang syahid ada yang mati cemas

Apa kalian tetap diam

Bersanding angan tersulam

Sebentar lagi kita menyusul

Roh roh syahid  berkumpul

Sesaat lagi kita bertempur

Jangan berharap menyusun umur

Mungkin esok saat terbangun

Sirene perang terdengar mengalun

Apakah kalian sudah siap

Tentukan hati kemana menetap

Ikuti barisan senjata cangggih

Atau barisan takbir yang gigih

Bersama pasukan dajjal

Atau tetap Tuhan yang Tunggal

 

 

 

Bismillah

Sesungguhnya telah ada pada  Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu  bagi orang yang mengharap  Allah dan  hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(33-21)

Sedikit tergugah karena sebuah email yg terbaca tadi pagi tentang bagaimana seorang pemimpin yg baik harus bersikap. Pada email itu tertulis seorang pemimpin yg baik adalah pemimpin yg tidak menjilat pada bawahannya. Dalam artian tidak perlu merebut hati bawahan supaya tidak disebut sebagai atasan yg buruk. Berikanlah tugas kepada bawahan supaya sang bawahan tersebut semakin kuat dalam menyelesaikan masalah. Lalu ada email lain lain lagi yg cukup mengesankan dan menggugah hati dengan kata kata manis yang indah.

Tapi kemudian diri ini tersadar bahwa sebenarnya isi email itu tidaklah penting, sama dengan ribuan atau jutaan email lainnya yg berisi kata kata manis tentang menjadi pemimpin yg baik, bawahan yg baik ataupun manusia yg baik. Ayat di awal sungguh merupakan jawaban jika diri saya dan diri anda ingin melakukan sesuatu yg baik. Cukup mencontoh apa yg dilakukan Rasulullah!

Dan lihatlah bagaimana Rasulullah bertindak sebagai pemimpin. Renungkanlah apa yg dia lakukan saat membagikan harta rampasan perang. Dia menyenangkan hati sebagian kaum muslim dengan harta rampasan perang dan dia menyenangkan hati sebagian muslim yang lain dengan cinta dan kasih sayangnya.  Rasulullah memberikan tugas kepada siapa yg menurut beliau paling ahli dalam bidang tersebut dan meringankan sebagian yg lain, yg memang butuh keringanan.

Selain email tersebut, diri ini tergugah juga dengan dakwah dakwah aneh, dakwah di negri tercinta ini kebanyakan memang aneh. Jika sang pendakwah bisa mengugah tawa jamaah maka sang pendakwah akan terkenal.

Diri ini kemudian teringat bukankah ciri seorang muslim jika disebutkan nama Allah maka hati mereka bergetar karena takut? bukankah ciri seorang muslim jika disebutkan ayat ayat Al-Quran hati mereka menjadi tunduk?bukankah Rasulullah sendiri pernah berkata “jika kalian melihat apa yang aku lihat niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa”?. Tidak ada salahnya kalaupun belum mampu mencapai derajat iman yg takut ketika mendengar kata Allah, namun tetap menghargai ayat ayatNya dengan diam dan hati yg tunduk.

Sungguh hari akhir hanyalah sebentar lagi. Pintu fitnah semakin lebar terbuka. Maka berpegang teguhlah pada tali yg kuat dan jangan lupa untuk saling menasehati dalam kebaikan.

MY

 

 

 

Basuhlah aku ludah

Diri memang orang susah

Hinalah terus mulut

Diri ini takkan tersulut

 

 

Letih tegar karang

Tahan dengar terbuang

Sadar keadaan

Terus juang bertahan

 

 

Patut debu tercampakkan

Tak berarti disisihkan

Waktu ledak dada

Teriakkan Allah MAha Kuasa

 

 

Jauh tahta harta

Dekat sedih derita

Ketetapan tak disangkal

Sinar putih lindungi akal

 

 

Muka tetap tertawa

karena jiwa temukan makna

Janji batu karang

Satu diri satu bayang

 

My 2 muka

 

 

 

Kulihat burung pusing

Hinggapi seribu ranting

Kulihat muka topeng

Berpura pura tameng

 

 

Menipu Sang Penipu

Ikuti alur laju

Di mulut tertawa

Mudah ikut saja

 

 

Bernyanyi sebar bunyi

Buat bingung sepi

Diam dengan sedih

Ramai terbang membuih

 

 

penyair murahan

Bikin persembahan

Jadi tawa penuh bercak

Hati senang tergelegak

 

Tapi syair untuk Tuhan

Itu yg diperbolehkan…

 

 

 

 

 

My 3 dua sisi

 

 

 

Tersusun jahat dan baik

Dua sisi saling menarik

Heran jelek terselubung indah

Akupun meliht sifat terpecah

 

 

Kencang detak panaskan nafas

Sekali sabar pelan terhempas

Keras berlawanan dua arus

Akupun menyaksikan tunggal pikir terhapus

 

 

Muka bayangan jiwa

Lemah terseok menuju surga

Cepat lancar kadang terhenti

Akupun berharap satu langkah pasti

 

 

Berani jiwa tersikut akal penakut

Goncangan maya terpa tak luput

Aneh..getar getar rasuki dada

Ya Rabb tunjukilah jalan yg nyata

 

 

 

 

 

 

My 4 tolong

 

 

 

Mengintip hari esok

Dapati arus jangan berkelok

Bertahan jalani walau takut

Tegarkan rasa hati kecut

 

 

Ya Rahman, Ya Rahman .tolong tuntun

Aku terlelap, aku melamun

Sisipkan sedikit sisa otak

Tapi pahit tidak terelak

 

 

Ya Rahman Ya Rahman. tolong usir

Kenapa jantung terus berdesir

Tak sekali diriku tegar

Yang terjadi tindak tak sadar

 

 

Ya rahman Ya Rahman.tolong ungkap

Kapan raga tenang menetap

Tidurkan wangi malam

Sandarkan mata lemah menyelam

 

 

Ya Rahman Ya rahamn tak berhentu kusebut

Saat apa maut menjemput

Apabila diri bersih menghadap

Nyata diam tersentak bersiap

 

My 5 sisa darah

 

 

 

Lembut rambut kusut mengeluh

Terik terasa mentari berpeluh

Bising siang merebak menyusup

Tetap bingung apa teraup

 

 

Tolong bisikkan satu sikap

Hingga jalang elak menetap

Sebentar darah aliri hidung

Pada apa aku berlindung

 

 

Senyap kucari berbulan-bulan

Hanya saja banyak bertebaran

Sebentar darah aliri mulut

Sangsikan kepala sudah menyusut

 

 

Ucap ini tidak hambar

Walau sungguh sering terlontar

Tapi darah aliri telinga

Tak lagi mengaum singa

 

 

Pada keras aku berlepas

Mugkin bisa lanjut bernafas

Karena darah sudah habis

Kini sisa roh berlapis

 

My

 

 

Inilah aku nafas dan tulang yang satu

Mencoba membujuk bumi dan batu

Mendengarkan embun dan dingin bercanda

Sambil berusaha jalani perintah Yang Kuasa

 

Inilah aku yang disebut jadilah maka jadilah

Inilah aku jalani lembah gelap

Hanya sedetik setelah cahaya terlihat

 

 

 

Syairku syair rakyat bukan syair pengkhianat

Syairku syair buruh yang puas meminum peluh

Puisiku hanya untuk Tuhan

Bukan puisi kesombongan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak  kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal . Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak  mendahulukan.

Manusia kadang menjadi  sombong ketika tujuan yg ingin dicapainya telah teraih. Ayat ini menegaskan bahwa manusia bisa mencapai tujuannya atas kehendak Allah.

Maka tetaplah berusaha dan ketika usahamu tercapai ucapkanlah syukur karena tujuanmu itu tercapai atas kemurahan Tuhan Yang Maha Pengasih.

Tiap tiap ummat mempunyai waktu kejayaan dan juga punya masa berakhir. Silih berganti memimpin dan mempusakai bumi. Telah berlalu kejayaan Firaun dan kini yang tersisa dari mereka hanyalah puing puing.

Saat ini tidak bisa dipungkiri adalah masa kejayaan Amerika. Tapi nanti akhirnya merekapun akan menjadi puing puing. Maka bangkitlah wahai singa singa muda pembawa panji tauhid. Raihlah kejayaanmu dan percayalah janji Allah adalah benar.

Namanya fatih…
Karena dialah yang pertama
pembuka embun embun di aliran darahku
 
 
Tak henti syukur mengalir
Allah pemberi nikmat untuknyalah kami bertakbir
kepadaNyalah semua urusan berakhir
 
 
Setitik doa untuk sang putra
jadilah mukmin dan penerus kesuma
nanti di surga,  Insya Allah kita berjumpa

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 179 other followers